Siapa Kau ('Abd Al-Majid Ibn Jallun)
Telah kulupakan bulan dan bintang
Dan keindahan pagi dan petang
Dan dengan bisikan kenangan
Dari kemilau bulan dan bintang aku kembali dilahirkan
Ke masa remaja yang silam sirna . . . .
Dan bersama gelap yang tersibak
Oleh cahaya yang menyala di padang-padang bunga
Maka segala yang ada disana pun tampak
Menari bersama khayal dan pesona
Bersiram cahaya yang menghalau malam dari sana . . . .
Kemudian timbul cahaya yang membimbingku
Di antara wangi mawar dan beragam bunga
Membawaku ke istana megah yang mengagumkan bagiku
Dan hatiku pun tenggelam terlena
Ketika seorang diri aku di tengah kesunyiannya . . . .
Hingga kudengar sebuah suara memanggilku
Dan ketika itu kuangkat pandangku
Menengadah ke langit tinggi di atasku
"Hai siapakah kau, ingin aku tahu
Siapa kau, tak kuingat sedikit juga"
Aku ruh yang tak kau ingat lagi
Duniaku sezaman dengan duniamu
Tapi masa bahagia kita sudah lalu kini
Dan dari cinta kita tiada lagi yang tinggal dalam kenanganmu
Pesonaku pun telah lenyap dari hatimu pula . . . .
Hidup telah memisahkan kau dari cintaku
Dan memikatmu dengan pesona-pesona lain sesudahku
Seakan pandang-pandang mawar dan beragam bunga
Telah dirusak angin semaunya
Dan berubah menjadi semak belantara . . . .
Siapa aku ? Sungguh telah lupakah kau akan hari-hariku dulu
Ketika aku bersamamu, dan akan anggur dari pialaku
Dan dengan itu kubuat jiwamu mabuk gembira
Dan dalam dirimu mengalir bius kehangatan rasa
Yang membawamu ke puncak dan memandang hidup dari sana . . . .
Siapa aku ? Padahal kau telah menghirup dari gelasku
Anggur cintaku dan api gairahku
Setanggi dan wangian jiwaku
Dan karena cintamu pada puisiku akulah harta milikmu
Sungguh kukira gairah hati tak mungkin sama sekali binasa . . . .
Tusukan pedihnya membangunkan hatiku dari mimpi
lalu bayangan ruh itupun sirna
Maka ketika itu akupun kembali berdiri di tanah ini
Dan penuh haru kupandang wajah bulan di atas sana
Dari dunia di bawah, dari lindap bayangan bumi kita . . . .
Zaman telah mempesona hatiku, melengahkan aku
Dari kesetiaan pada sahabatku dulu
Maka maafkan aku (wahai ruh jelita!) karena kesedihanku kini
Telah meracuni jiwaku dan aku tak tahan lagi
Lantaran sedihku, apakah aku waras atau gila . . . .
Karya : 'Abd Al-Majid Ibn Jallun
Asal : Maroko
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment